MJP Desak Usut Tuntas Penyebab Kematian Grace Karundeng



Manado, MS

Berita dukacita berlabuh di Sulawesi Utara (Sulut). Seorang mahasiswi asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang menempuh pendidikan di Kanada dikabarkan meninggal dunia. Belum adanya informasi detail terkait penyebab kematiannya, memantik reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

Adalah Grace Karundeng yang diinformasikan meninggal dunia pada 8 Januari 2022 waktu setempat. Merespon kabar tersebut, Anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Minut-Bitung, Melky Jakhin Pangemanan (MJP), menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Sosok Grace yang kuliah di luar negeri dinilainya sebagai pribadi yang berprestasi. Daerah Sulut tentu baginya merasa kehilangan. "Turut berdukacita sedalam-dalamnya. Sulawesi Utara kehilangan salah satu aset generasi muda yang berprestasi," ungkap MJP, Senin (10/1), di ruang kerjanya. 

Arus desakan pun mengalir dari Anggota Komisi IV DPRD Sulut ini. Dirinya meminta agar bisa mengusut tuntas kasus tersebut. Dengan demikian tidak menimbulkan tanda tanya publik terkait kematiannya. "Saya mendorong agar harus diusut tuntas kasus ini," tegas MJP.

Selain itu, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulut ini juga meminta supaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memfasilitasi pemulangan jenazah Grace Karundeng. "Dan membantu kebutuhan keluarga," kuncinya. 

Diketahui, Geace yang lahir 18 Mei 2003 ini diketahui menempuh studi di Humber College. Ia juga alumni Manado International School (MIS). Kabar yang beredar, tubuhnya ditemukan polisi setempat di Kanada dalam keadaan meninggal dunia. Sesuai informasi yang didapat orang tua dari Almarhum Grace ayahnya bernama Audy Karundeng dan Ibunya bernama Yessie Sanches, beralamatkan kompleks Universitas Klabat Airmadidi.

Berita duka ini menjadi gempar dengan adanya postingan salah seorang dari Ontario Kanada yang adalah salah satu Warga Negara Indonesia berinisial EM lewat postingan di media sosial yang ia posting di grup-grup Sulut yang ia ikuti. 
Kabarnya, pihak keluarga sudah mengetahui dan saat ini masih dalam proses ke KBRI untuk memulangkan jenazah dari Kanada ke Indonesia, menyiapkan segala persyaratan agar jenazah bisa dipulangkan ke Indonesia seraya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap misteri kematian anak mereka. (arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors