Bahas Dua Substansi, Deprov Hearing RS Bethesda GMIM

‘Kuliti’ Masalah Pekerja dan Dugaan Malpraktek


Manado, MS

Gejolak di tubuh Rumah Sakit (RS) Bethesda GMIM sampai ke meja hearing Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Dua substansi dibedah. Wakil rakyat Gedung Cengkih membahas masalah dugaan malpraktek hingga aksi demo karyawan yang terus terjadi.

Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Woworuntu, memimpin rapat dengar pendapat, Selasa (8/2). DPRD Sulut menghadirkan para direksi RS Bethesda yang lama dan baru, Yayasan Medika GMIM, pihak keluarga yang merasa tidak puas kepada pihak rumah sakit dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang mendampingi pekerja RS Bethesda.

Pihak keluarga yang merasa ada kejanggalan terhadap penanganan RS Bethesda meminta tanggung jawab pihak rumah sakit terhadap anggota keluarga mereka yang meninggal. Pihak keluarga pula sempat mengungkap ada perkataan dari medis di RSUP Prof Kandou sehubungan dengan keterlambatan pelayanan RS Bethesda. Hal itu karena pasien yang telah meninggal itu sempat pula dirujuk ke RS Siloam dan terakhir ke RSUP Kandou. "Kami meminta supaya bisa ada tim investigasi yang independen terhadap penanganan rumah sakit Bethesda," ungkap Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Frank Kahiking saat mendampingi keluarga dalam hearing dengan mengarahkan pertanyaannya ke para direksi RS Bethesda yang lama.

Selanjutnya, aspirasi disampaikan pihak karyawan RS Bethesda yang merasa tidak adil terhadap segala kebijakan dari pimpinan yayasan. Ada sejumlah masalah yang menjadi tuntutan mereka. Salah satunya terkait dengan gaji mereka yang belum dibayarkan. Selain itu mereka menuntut untuk pembatalan Surat Keputusan (SK) pelaksana tugas yang baru. "Dan membersihkan nama baik direksi. Pengelolaan keuangan dikembalikan ke RS Bethesda. Penghapusan sentralisasi," ungkap Natalia Kaligis perwakilan karyawan RS Bethesda.

Terkait tuntutan dari pihak keluarga yang kurang puas dengan pelayanan RS Bethesda, DPRD Sulut menyampaikan menerima usulan untuk adanya tim investigasi. Namun terkait hal tersebut pihaknya masih akan membicarakan. "Nanti kita akan panggil oknum yang ada di pihak RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Prof Kandou yang mengatakan adanya kelalaian dari RS Bethesda," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Careig Naichel Runtu (CNR).

Selanjutnya, Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP), mengomentari terkait masalah pekerja di RS Bethesda. Dirinya berharap masalah ini perlu dicarikan solusi bersama. "Jadi kalau persoalan ini kita carikan solusi dan objektif, kenapa harus ribut dengan cara yang tidak beradab. Saya yakin pihak karyawan sudah sangat resah dan gelisah. Tapi yayasan juga saya rasa punya hati terbuka mengakomodir apa yang disampaikan. Ke depan saya berharap tidka terjadi lagi.  Karyawan bisa mendapatkan haknya. Karena kami di komisi IV terkait dengan dinas tenaga kerja dan transmigrasi sehingga ketika ada yang merugikan pekerja, itu berkaitan dengan tugas kami," tegas anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung ini dalam hearing yang juga dihadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut Julius Jemst Tuuk dan anggota komisi Melisa Gerungan. (arfin tompodung)


Komentar

Populer Hari ini




Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting