William N J Rotty Putra Kawanua Menjabat Ketua PPI Belgia


Penulis : Devy Kumaat



Manado, MS

Tak sedikit warga Indonesia memilih kuliah di luar negeri. Begitu juga mahasiswa asal kawanua yang dipercaya rekan-rekan se-nusantara di kampus di Eropa memangku jabatan Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia.

Seperti William  Nathanael Jan Rotty. Pria kelahiran Manado, 21 Oktober 2000 ini mendapat kepercayaan menjadi ketua sejak tahun 2021 hingga 2022 September.

William putera semata wayang pasangan Richard Rotty dan Sizzy Natalie Matindas. Sang ibu yang dikenal pemilik batik khas Sulut ini, menjadi nara hubung harian ini untuk bisa berkomunikasi dengan William.

"Tunggu ya, saya pasang pengeras suara dahulu biar jernih kita bicara," kata William saat akan mengawali pembicaraan.

Wil, sapaan akrabnya, ketika dihubungi via WhatsApp nomor +32 456 14 xxxx, sedang di Austria dan menunjukkan Pukul 10:00 waktu setempat. Sedangkan, di Manado sendiri Pukul 17:00 WITA, Sabtu (11/2). "Terdapat kesamaan waktu antara Belgia dan Austria," ujar Wiliam menjelaskan.

Dia sampaikan, sekarang sedang berkuliah di Fakultas Ekonomi, Katholieke Universiteit, Leuven, Belgia yang kini masuk semester tahun ketiga.
Lantas, komunikasi berlanjut pada hal luar biasa yang dialaminya untuk terpilih menjadi Ketua PPI Belgia.

Pantas saja demikian, karena setahun sebelumnya, pernah maju bertarung tapi kalah di pemilihan serupa yang di kala itu hanya ditunjuk sebagai Wakil Ketua pada akhirnya.

Mengenai jumlah mahasiswa untuk pemberi suara di Belgia disebut Will, tak banyak.  Totalnya, 86 orang dan tersebar di kota-kota seperti Antwerp, Ghent, Hasselt, Liege dan Leuven.

"Data terakhir di 2021 untuk jumlah Strata 1 (S1) di angka 9.1 persen, S2 61 persen dan S3 26 persen," terangnya.

"Dan, semua jenjang tersebut boleh dipilih dan memilih jadi ketua oleh panitia, dimana adalah pengurus yang segera selesai periodenya," sambung dia.

Panitianya jelas Will, mengadopsi sistim layaknya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menjalankan prosesnya.

Misalkan, membuka pendaftaran kandidat, terdapat usungan terhadap calon, melaksanakan kampanye, debat berupa tanya-jawab, masa tenang dan seminggu kemudian pentas pemilihan.

"Saat bertarung itu, ada dua calon dan saya terpilih. Waktu pemilihan di masa pandemi, makanya diputuskan dilakukan secara online," ujar dia.

Wil menyentil persepektif bahwa kehidupan kuliahnya yang dimana kebanyakan orang Indonesia akan berpikir berbiaya mahal. Wil ungkapkan, malah lebih murah jika bandingkan belajar Bina Nusantara, Jakarta, sembari menyebut biayanya dan menyebutkan untuk di universitasnya setiap tahun dibayar 1.700 euro atau dirupiahkan sekira 24 sampai 30 juta.

Will pun berencana di jangka panjang pendidikan akan tetap di benua biru Eropa. Kemudian akan kembali ke Indonesia atau tepatnya, Jakarta sebagai lokasi domisili keluarganya.

Semasa bersekolah, dirinya belajar di daerah Jakarta, tepatnya untuk TK dan SD Kelas 3-6 di Sekolah Victory Plus, kelas 1-3 SD Mawar Sharon dan menyelesaikan SMP serta SMA pada Raffles Christian School.

Disinggung soal kekasih hati, Wil dengan suara malu-malu terdengar mengakui, belum memilki. "Masih fokus ke kuliah," singkatnya dengan tertawa kecil.

Mengenai proses dan kehidupan perkuliahan bagi dirinya di Belgia, Wil menyebutkan, bakal menjadi pengalaman berharga ke depan.

Karena selain menuntut ilmu, dia dapat mengetahui pula budaya negara tersebut.

"Ingin mencicipi dan menambah wawasan seperti saya baca referensi yang ada dan bisa bermanfaat bagi keluarga serta bangsa Indonesia," ungkapnya.


Komentar

Populer Hari ini




Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting