Reses Bersama Komunitas Tinju, MJP: Aspirasi Lebih Spesifik






Manado, MS

Keluh seputar persoalan olahraga mencuat dalam reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Melky Jakhin Pangemanan (MJP). Harapannya pemerintah bisa memperhatikan generasi muda potensial untuk bidang olahraga. Khususnya yang ada Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Sulut, Melky Pangemanan menggelar, Rabu (23/11), di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut. Ada yang berbeda dalam penjaringan aspirasi yang digelar MJP karena digelar berbasis komunitas dengan mengundang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Hadir para pengurus Pertina Minut, pelatih, official dan atlit.

Lewat agenda reses berbasis komunitas ini lanjut MJP, kiranya bisa banyak masukkan-masukkan yang konstruktif terhadap pemerintah dalam rangka untuk menentukan kebijakan atau policy yang tepat tapi juga keberpihakan politik anggaran bagi para atlit terlebih khusus di cabang olahraga tinju.

"Kiranya ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat yang hadir untuk bisa menyampaikan masukan supaya ini bisa diformulasikan dalam bentuk kebijakan," Kata Ketua Pertina Minut.

Di kesempatan itu, Sekretaris Pertina Minut Riandi Sahlan menyesalkan ada beberapa atlit yang mengikuti Porprov XI dipecat dari perusahaan tempat mereka bekerja.

"Untuk itu saya meminta agar kiranya kesejahteraan para atlit ini dapat diperhatikan tapi juga meminta pihak perusahaan bisa memberikan dispensasi kepada karyawan yang juga atlit untuk mengikuti pertandingan," akunya.

"Kedua, kiranya pemerintah bisa menunjang lewat sarana dan prasarana seperti tempat latihan olahraga tinju dan peralatan latihan," tambahnya.

Senada dengan itu, seorang pendeta warga Kawangkoan Baru dalam aspirasinya mengatakan, agar pemerintah menunjang masyarakat terutama para generasi muda agar kiranya merangkul lewat olahraga.

"Karena di era sekarang banyak anak muda terjerumus di minuman keras. Berkecimpung di dunia olahraga memang berhadapan dengan banyak aspek yang tentunya positif. Kiranya pemerintah bisa merangkul para anak muda lewat pemberian fasilitas olahraga tapi juga mensejahterakan para anak muda yang sudah menjadi atlit," ucapnya.

Menanggapi itu, MJP mengakui bahwa DPRD maupun masyarakat khususnya para atlit sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk pengalokasian anggaran yang betul-betul bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan dari atlit. Karena memang sumbangsih besar dari para atlit ini ototmatis membawa harum nama daerah itu.

"Ada daerah yang terkenal karena atlitnya berprestasi. Nah itu juga bisa menarik orang untuk ke daerah itu. Jadi memang investasi daerah lewat prestasi di cabang olahraga juga menjadi tolak ukur, bukan saja di bidang pariwisata," Katanya.

MJP mengatakan, pemberdayaan para atlit itu menjadi hal yang mutlak. Aspirasi yang disampaikan ini tentunya menjadi masukan yang baik untuk nantinya diteruskan ke pemerintah. Dirinya akan meneruskan hal ini ke pemerintah provinsi Sulut yang nantinya menjadi wadah koordinatif terhadap pemerintah di kabupaten kota tentang bagaimana pemberdayaan, pembinaan dan pengembangan terhadap atlit dan juga komunitas-komunitas di bidang olahraga. 

"Bicara atlit bukan saja soal prestasi dan pemberdayaan tapi juga bisa menekan angka kriminalitas. Jadi atlit-atlit yang hebat-hebat ini kalau tidak di fasilitasi dan diwadahi dengan sesuatu yang produktif bisa menimbulkan kriminalitas. Jadi memang masukan-masukan tadi yang disampaikan sangat penting dan baik," ucapnya. 

Usai kegiatan reses, MJP menyampaikan, reses berbasis komunitas dilakukan dengan tujuan agar penyerapan aspirasi masyarakat lebih terarah dan terukur. Isu-isu yang disampaikan lebih spesifik sehingga DPRD dan pemerintah bisa menangkap dan merekam secara jelas apa yang menjadi persoalan dari setiap komunitas yang ada. Reses berbasis komunitas membuat aspirasi yang disampaikan akan teridentifikasi secara spesifik. "Reses berbasis komunitas ini menjadi suatu sarana bagi elemen masyarakat terlebih khusus bagi komunitas olahraga misalkan tinju, bisa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah untuk bagaimana pemberdayaan, pembinaan atlit supaya betul-betul bisa berprestasi dan lebih dari itu bisa membawa dampak baik untuk keluarga dan daerah," ucapnya. (arfin tompodung)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors


Mail Hosting