Warga (Mulai) Diteror Penyakit
Efek Bencana Manado
Manado, MS
Dampak bencana alam yang menerjang Kota Manado, melebar. Rasa khawatir warga terdampak bencana kembali meninggi. Itu dipicu kabar munculnya penyakit di sejumlah wilayah.
Informasi yang diperoleh, warga mulai mengeluhkan rasa sakit. Misalnya, gatal-gatal, demam hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Selain itu, ada juga warga yang mengaku shock dengan kejadian tersebut. “Sempat kaget melihat banjir. Air sedikit demi sedikit mulai naik dan menggenangi rumah. Syukur kami bisa selamat,” jelas Martha, warga Dendengan Luar, Selasa (5/2).
Saat kejadian, ia mengaku, langsung menyelamatkan anaknya. “Sebenarnya, saya sempat shock dengan kejadian ini. Tapi puji Tuhan, semuanya baik-baik saja. Sampai saat ini masih membersihkan rumah karena masih ada genangan air,” terang Martha yang berdomisili di kompleks Malvinas.
Sementara itu, Berty salah satu warga Tikala Kumaraka mengaku diserang penyakit gatal-gatal. Menurut dia, saat terjadi banjir, dia sempat membantu warga mengeluarkan perabot dari dalam rumah. “Bersyukur di wilayah ini banjir tidak terlalu parah. Tapi, sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Untuk gatal-gatal, kami sudah berobat ke Puskesmas dan sudah mendapat perawatan yang baik dari petugas kesehatan,” aku Berty.
Pengamat pemerintahan dan kemasyarakatan Sulawesi Utara (Sulut) Rolly Toreh SH berharap, pemerintah segera menyikapi persoalan ini. Artinya, lebih mengoptimalkan pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di semua wilayah. Selain itu, tenaga kesehatan yang bergerak mobile di daerah-daerah bencana. “Sejauh ini kami melihat kinerja Puskesmas sangat baik. Makanya, dari amatan kami banyak warga yang datang berobat. Mereka mendapat pelayanan yang baik,” ungkapnya.
“Tinggal bagaimana petugas-petugas kesehatan melakukan penelusuran di daerah-daerah rawan. Jika perlu, melakukan fogging. Ingat, kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) paling banyak di Manado. Paling penting juga, sinergitas antara pemerintah dan masyarakat harus terus terjaga,” harap dia.
Terkait hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menyatakan all out memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang terkena bencana. Pemerintah telah memerintahkan seluruh Puskesmas untuk standby bahkan kerja ekstra memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Dinas Kesehatan diperintahkan untuk menyiagakan seluruh Puskesmas untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi korban bencana,” tandas Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan dan Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kota Manado Sonny Takumansang SSTP dalam release resmi Pemkot Manado.
Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado, ada sekira 18.855 jiwa dari 5.793 kepala keluarga jadi korban banjir dan longsor, Jumat (1/2) lalu. Korban tersebar di 8 kecamatan dan 43 kelurahan. Sementara 819 unit rumah rusak ringan, 20 rumah rusak sedang dan 53 rumah rusak berat. Selanjutnya, 4 warga diketahui meninggal dunia.(tim ms)















































Komentar