Foto: Bupati dan wakil bupati pantau guguran lava panas yang telah mencapai bibir pantai dengan menggunakan speedboat.
PVMBG Rekom Evakuasi Warga di Tiga Kampung
Guguran Lava Karengetang Tembus Pantai
Laporan: Haman Palandung
Aktivitas Gunung Karengetang, kian mengkhawatirkan. Guguran lava panas dari salah gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Sitaro telah mencapai bibir pantai. Penumpukan material vulkanik dari leleran lahar itu, dinilai berpotensi menimbulkan awan panas.
Masyarakat diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Utamanya masyarakat sekitar serta warga yang berprofesi sebagai nelayan. Tak hanya itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pemantau Gunung Api Karangetang, telah merekomendasikan untuk mengevakuasi warga di tiga kampung.
Masing-masing di Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng, dan Kampung Beba. “Warga harus lebih waspada. Guguran lava sudah mencapai pantai. Penumpukan material vulkanik dari leleran lava itu berpotensi menimbulkan awan panas,” ungkap Petugas pengamat Gunung Api Karangetang, Yudia Tatipang, Rabu (6/2) kemarin.
Aktivitas kawah Karangetang disebut masih tinggi. Ini ditandai dengan leleran lava yang terus mengalir melewati kali Malebuhe Sibarut. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan untuk dilakukan tindakan evakuasi terhadap warga yang masih bermukim di Kampung Niambangeng, Kampung Beba dan Kampung Batubulan.
“Tiga kampung itu masuk zona berbahaya. Jadi warga yang belum dievakuasi sebaiknya segera diungsikan ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran,” ujarnya.
“Selain itu nelayan juga kami minta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai yang ada guguran lava panas. Itu berbahaya,” sambung Yudia.
PVMBG telah berkoordinasi dengan pemerintah Sitaro, BPBD, Polri dan TNI untuk menutup jalan dari sebelah barat Kali Batuare hingga Kali Melebuhe. “Jadi saat ini jalan alternatif yang digunakan adalah melalui jalur laut,” ungkapnya.
Lanjut Yudia, Status Gunung Karangetang masih level III (Siaga). Untuk itu masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung agar tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam radius 2,5 kilometer dari kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (kawah Selatan) ke arah Utara-Timur-Selatan-Barat dan radius tiga kilometer ke arah Barat Laut.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta untuk meningkatkan kesiap-siagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
“Kami juga minta warga di sekitar Gunung Karangetang untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. Yang pasti kami akan terus meng-update informasi terbaru tentang aktivitas vulkanik Gunung Karangetang," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Sitaro, Evangelian Sasingen SE dan Wakil Bupati (Wabup) Drs John Palandung MSi, terus memantau kondisi korban bencana serta aktivitas Gunung Karengetang. Rabu (6/2) kemarin, bupati dan wakil bupati mengunjungi para pengungsi sekaligus memantau lokasi lucuran lava Gunung Karangetang di Kampung Batubulan Kecamatan Siau Barat Utara melalui speedboat.
Bupati meminta para pengungsi untuk tidak kembali ke kampungnya, terutama yang tinggal dekat di kali Batu Are dan Malebuhe, kampung Batubulan. Ia menjamin, akan pemenuhan kebutuhan pengungsi, hingga situasi Karengetang berangsur normal. “Pemerintah akan terus melakukan penyaluran bantuan bagi korban terdampak, berupa logistik, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya,” ujar Sasingen.
“Kalau situasi sudah berangsur normal, pemerintah akan langsung perbaikan-perbaikan di seluruh akses transportasi yang tertutup agar warga tidak terisolasi,” sambungnya.
Untuk lokasi evakuasi, pemerintah tetap memusatkan di dua tempat, yakni Gereja GMIST Nazareth Nimbaheng di Kawahang serta Kantor Kampung Batubulan. “Ada 16 KK atau 54 jiwa di Gereja GMIST Nazareth Nimbaheng dan 17 KK, 58 jiwa di Kantor Kampung Batubulan,” terang Sasingen.
Disinggung soal rekom PVMBG untuk mengevakuasi warga kampung Batubulan, Kampung Niambangeng, dan Kampung Beba, Sasingen menyatakan telah dilakukan. Meski, ia mengakui masih ada sejumlah warga yang tetap bertahan.
“Ada juga warga yang memilih bertahan. Mereka memang jauh dari lokasi bencana. Tapi kami terus memantau dan bersiaga, supaya ketika mereka meminta dievakuasi, akan cepat diamankan. Yang pasti pemkab terus siaga," tandasnya.
Dia menegaskan, pihaknya sigap melakukan penanganan pasca bencana. “Untuk evakuasi, kita memusatkan di dua lokasi. Gereja GMIST Nazareth Nimbaheng di Kawahang 16 KK, 54 jiwa serta di Kantor Kampung Batubulan 17 KK, 58 jiwa," terangnya.
Sasingen mengatakan, pemerintah menjamin para pengungsi hingga keadaan kembali normal. "Pemerintah juga akan melakukan perbaikan agar warga tidak terisolasi. Saat ini kita juga terus melakukan penyaluran bantuan bagi korban terdampak, berupa logistik, serta berbagai kebutuhan pokok," kuncinya.
Wabup Palandung sendiri meminta semua pihak yang terkait dengan bencana Gunung Karangetang ini agar tetap siaga serta terus meningkatkan koordinasi. "Koordinasi TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan tim relawan lainnya, sudah berjalan baik. Kita harap itu akan terus terjalin dan tetap terus meningkatkan kesiagaan. Sebab muntahan lava panas Gunung Karangetang belum ada tanda-tanda berhenti. Jadi semua petugas harus siap,” tandasnya.(*)















































Komentar