Foto: Bupati Minsel Franky Donny Wongkar SH saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2024 Secara Virtual
Bupati Minsel Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2024 Secara Virtual
Bupati Minsel Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2024 Secara Virtual
Amurang, MS
Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar SH (FDW) bersama instansi terkait mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi tahun 2024 yang rutin digelar setiap minggunya oleh Kemendagri RI secara virtual Pada Senin 22 Januari 2024 di ruang kerja Bupati Minsel.
Pada kesempatan ini, rakor yang dipimpin Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri RI Komjen. Pol. Drs Tomsi Tohir diikuti seluruh Kepala Daerah, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Forkopimda dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di daerah masing-masing, menyampaikan bahwa perkembangan inflasi secara nasional cenderung mengalami penurunan.
Walaupun begitu, Irjen Kemendagri RI menjelaskan bahwa, ada beberapa hal masih menjadi faktor penyumbang inflasi seperti kenaikan harga yang menjadi fokus pembahasan dalam rakor serta upaya antisipasinya.
"Walaupun trend inflasi secara nasional mengalami penurunan. Namun harus diwaspadai faktor pemicu inflasi seperti kenaikan harga barang," jelasnya.
Sementara, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Windhiarso Putranto dalam laporannya mengatakan bahwa perkembangan IPH dalam 3 minggu terakhir di bulan Januari 2024 relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan bulan Desember 2023.
Namun demikian, beberapa kabupaten/kota perlu menjadi perhatian. Hal tersebut disebabkan masih adanya beberapa kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH sehingga diperlukan adanya langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah daerah terkait guna menstabilkan IPH tersebut.
"Walaupun IPH dalam tiga minggu terakhir lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, namun terdapat beberapa kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH. Perlu kami ingatkan di sini, bahwa IPH merupakan angka kamulatif mingguan sehingga jika perkembangan harganya ada faktor upaya atau langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah daerah maka jika dalam jangka pendek ada perubahan harga maka cenderung akan menurun," ungkapnya.
Secara garis besar, kenaikan harga di beberapa wilayah didominasi oleh naiknya harga beberapa komoditas, yang masih menjadi penyumbang kenaikan IPH di beberapa daerah.
"Telur dan daging ayam ras, minyak goreng, gula pasir bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit yang harganya cenderung fluktuatif sehingga perlu diwaspadai," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI H. Arief Prasetyo Adi, ST, MT mengatakan bahwa, Indonesia harus optimis mengendalikan tingkat inflasi secara konsisten dan terwujudnya ketahanan pangan.
Beberapa upaya dalam pengendalian inflasi, kata Kepala Bapanas RI, terus dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah seperti SPHP beras dan penyaluran CBP komersial, penyaluran bantuan pangan, gerakan pangan murah, fasilitasi distribusi pangan, SPHP jagung serta penguatan dan Informasi Pangan.
"Diharapkan, sinergi bersama kolaborasi lintas sektor dalam penyaluran bantuan pangan ini kedepannya terus dilakukan dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat kualitas," pungkasnya.
Turut hadir Wakil Bupati Minsel Sekdakab Minsel, Forkopimda, Asisten II Pemkab Minsel, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Perekonomian Setda, Kepala Bagian SDA Setda, perutusan Bapelitbangda, Dinas Pertanian, dan Dinas PMPTSP.(david masengi)






































Komentar