Polres Tomohon Siap Gelar Ops Ketupat

Ops Keselamatan Samrat 2019 Jaring 189 Pelanggar


Tomohon, MS
Jelang Operasi (Ops) Ketupat Tahun 2019, Kepolisian Resor (Polres) Tomohon berbenah. Berbagai kesiapan digalang untuk pelaksanaan giat tersebut. Berakhirnya Ops Keselatan Samrat 2019 yang berlangsung selama 14 hari, yakni dari tanggal 29 April sampai 12 Mei 2019 jadi patokan. Menekan jumlah pelanggaran pun tetap diprioritaskan.

Demikian Kapolres Tomohon, AKBP Raswin B Sirait SIK SH MH melalui Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas, AKP Dody Yudianto Arruan SIK, Kamis (16/5). Kata dia, pada Ops Samrat 2019 lebih mengutamakan langkah preventif. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk represif atau penindakan terhadap 7 pelanggaran yang kasat mata.

Pertama, tidak menggunakan helm. Kedua, tidak mengenakan safety belt di kendaraan roda 4. Ketiga, melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Keempat, melawan arus. Kelima, pengendara anak di bawah umur. Keenam, menggunakan handphone atau alat komunikasi saat mengemudi. Ketujuh, pengemudi yang mengonsumsi minuman beralkohol.

"Jumlah pelanggaran yang ditindak sebanyak 189 kasus. Jumlah ini didominasi jenis pelanggaran, pemotor tidak memakai helm. Disusul pengendara melawan arus dan pengemudi anak di bawah umur," papar Arruan.

Terkait Ops Ketupat yang sedianya dimulai pada 29 Mei 2019 beber Kasat, Polres Tomohon mengawalinya dengan pelaksanaan gelar pasukan. Operasi ini akan berlangsung selama 2 pekan atau 13 hari. Giat ini untuk memberi kenyamanan serta keamanan bagi warga umat Islam dalam menyongsong hingga merayakan Idul Fitri.

Polres Tomohon sedang merancang untuk mendirikan sejumlah Pospam (pos pengamanan) dan Posyan (pos pelayanan). Sekira 4 titik Pospam disediakan mulai dari utara Tomohon hingga Tombariri, termasuk di terminal. Salah satu tujuan Ops Ketupat jelasnya, upaya untuk mengantisipasi terjadinya pelonjakan arus mudik atau arus balik.

"Di wilayah Kota Tomohon sendiri memang diprediksi tidak terjadi arus mudik atau arus balik. Namun, kita mengantisipasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang merayakan Idul Fitri. Utamanya pada akses jalan publik untuk berziarah ke makam atau berbelanja di pasar tradisional," ungkap Arruan.

Ditambahkan dia, apabila dalam Ops Ketupat terjadi pelanggaran aturan lalu lintas secara kasat mata, itu pasti ditindak. Sebab itu, sebelumnya pihak Polres Tomohon akan mengeluarkan imbauan. Baik itu lewat media cetak dan elektronik, juga berupa surat tertulis. (hendra mokorowu)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors