VAP : Perlu Koordinasi Soal Lahan Ilo-Ilo Wori

Tegaskan Komitmen Kerja, Patuh dan Taat Aturan


Airmadidi, MS

Polemik lahan pemakaman khusus jenazah covid-19 di wilayah Ilo-ilo di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara (Minut) meluas. Bupati Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) STh ikut kena imbas. Menghadapi gelombang tekanan yang ditujukan untuknya, VAP akhirnya angkat bicara. Dia menyebut persoalan lahan di Ilo-ilo dikarenakan tidak adanya koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten Minut.

Hal itu dikatakan VAP saat dikonfirmasi terkait teguran tertulis yang dilayangkan Gubernur.

"Tidak ada koordinasi langsung, yang ada hanya pemberitahuan kepada Dinas Kesehatan Minut bahwa Pemprov Sulut akan melaksanakan sosialisasi terkait lahan pemakaman khusus covid-19 di wilayah Ilo-ilo Desa Wori Kecamatan Wori," paparnya saat diwawancarai, Selasa (26/5) kemarin.

Menurut VAP, sebelum diadakan sosialisasi, Pemprov Sulut sama sekali belum pernah berkoordinasi dengan saya selaku Bupati. Adanya penolakan merupakan gerakan spontan dari warga Desa Wori. Lagipula letak lahan lima hektar tersebut merupakan daerah produktif, ada sumber air dan di tengah pemukiman warga.

“Untuk membangun sesuatu harus memperhatikan RTRW. Saya tidak mau melanggar aturan yang sudah diundang-undangkan,” cetus VAP.

Lanjut dikatakannya, dirinya juga mendukung penanganan pencegahan corona virus, bahkan dirinya sudah maksimal tiap hari turun lapangan bekerja menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya turun sampai ke lapisan masyarakat paling bawah, tidak menghiraukan tubuh yang capek dan letih malah saya ditegur seperti itu,” tegas Bupati dermawan ini.

Tak urung VAP mengajak semua pihak untuk hidup dengan damai karena kalau ada damai pasti ada masa depan. “Marilah kita hidup dengan damai, karena kalau ada damai pasti ada masa depan yang diberkati,” tutur VAP mengutip isi kitab suci.

VAP-pun mengaku tidak ambisius untuk menjadi gubernur, hanya jika Tuhan memerintahkan dirinya maju, maka dirinya akan maju.

“Kalau Tuhan berkehendak saya tidak akan mundur. Saya jika Tuhan berkenan jadi gubernur, haleluyah, jika tidak, juga haleluyah. Siapa yang suka menjadi gubernur, saya sudah 59 tahun, tapi kalau Tuhan yang perintahkan saya akan pergi untuk diutus,” tandas VAP. (risky adrian)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting