MALEO BASMI STREET CRIME

Asa di HUT Bhayangkara ke-74


Manado, MS

Eksistensi Tim Khusus (Timsus) Maleo terus berkibar. Aksi tegas membasmi pelaku kriminalitas di bumi Nyiur Melambai jadi patokan. Kadar keamanan dan kenyamanan Sulawesi Utara (Sulut) melejit. ‘Tangan dingin’ Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM, terbukti.

Sejak dilaunching tanggal 26 Maret lalu, Maleo langsung ‘berburu’. Filosofi burung Maleo yang langsung terbang setelah menetas, diwujudnyatakan. Baru lahir, Timsus Maleo melesat. Di tengah sepak terjang Timsus Maleo, ada sederet misi besar yang harus dijalankan. Menangani kejahatan konvensional atau street crime hingga kasus kasus intensitas tinggi lainnya.

Saat peluncuran Timsus yang beranggotakan sekira 50 personil pilihan yang berasal dari gabungan Satker Polda dan Satuan Kewilayahan, Kapolda Lumowa menegaskan bahwa Maleo merupakan tim pendobrak.

“Saudara-saudara dibentuk selaku timsus dengan tujuan sebagai pasukan pendobrak, pasukan pertama dan terakhir membasmi segala bentuk gangguan kejahatan, khususnya di depan umum maupun di jalan raya,” tegas Kapolda.

Timsus Maleo, kata mantan Kakorlantas Mabes Polri itu, dituntut mampu menanggulangi gangguan kejahatan dalam bentuk apapun termasuk bencana. “Gangguan keamanan bukan hanya kejahatan tapi ada bencana. Segala bentuk bencana harus mampu diatasi. Saat ini ada bencana Corona, tim ini harus mampu bekerja sama dengan pemerintah, TNI dan masyarakat serta siapa saja,” ujar Lumowa.

Dia pun berharap kemampuan anggota terus diasa melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan diri masing-masing personil Tim Maleo. “Terus berlatih,” seru Jenderal berdarah Minahasa itu.

Diketahui, tim pendobrak besutan Kepolisian Daerah (Polda) Sulut itu dipimpin Katimsus Kompol Prevly Tampanguma didampingi Wakatimsus AKP Frelly Sumampow SE. Timsus Maleo meliputi Kanit I Iptu Fadhly Alamry, Kanit II Ipda Firman Renaldy dan Kanit III Fahry Kowaas. Selanjutnya, anggota Timsus Maleo sebanyak 1 SSK terdiri dari anggota Brimob (sniper, CRT, Gegana), Sabhara, Intel, Resmob (pilihan dari setiap Polres jajaran), Satuan Narkoba serta Penyelam.

TARGET DAN CAPAIAN MALEO

Terobosan Kapolda Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM membentuk Timsus Maleo telah berdampak positif bagi Nyiur Melambai. Rasa aman, nyaman dan damai, berangsur-angsur dirasakan masyarakat Sulut.

Data yang dirangkum media ini, sekira dua bulan resmi berkiprah di jazirah utara Pulau Selebes, Timsus Maleo telah menangkap pelaku kejahatan serta mengungkap sederet kasus yang menjadi sorotan publik.

Katimsus Kompol Prevly Tampanguma dan Wakatimsus AKP Frelly Sumampow SE, membeber sejumlah kasus yang berhasil ‘diterkam’ jajarannya. “Contohnya, tawuran antar kelompok di Bolmong dan Mitra, kasus penculikan dan penganiayaan dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara) Bailang. Pada kasus di Bailang ini, hanya 2x24 jam semua pelaku berjumlah 7 orang ditangkap dan ditembak,” aku Tampanguma dan Sumampow.

Begitu juga dengan penanganan kasus tambang ilegal, penangkapan lebih dari 25 kali pelaku judi sabung ayam, 6 kasus prostitusi online lewat aplikasi MiChat, pengungkapan pelaku kasus pembunuhan gunung potong yang berjumlah 7 orang dalam waktu kurang 1x24jam serta kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan gelap mobil antar provinsi dengan mengamankan 9 Ranmor. “Itu tidak lepas dari dukungan dan doa masyarakat yang selalu mensupport kami dalam menjalankan tugas. Terima kasih juga buat Pak Kapolda dan jajaran Polda Sulut yang terus membimbing dan memberikan support kepada kami,” lugas Sumampow.

APRESIASI KAPOLDA DAN ASA MASYARAKAT

Keberhasilan Timsus Maleo berburu bandit jalanan hingga pelaku kriminalitas lainnya berujung apresiasi. Langkah Maleo itu dinilai berkat ‘tangan dingin’ Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM sebagai orang nomor satu di tubuh Korps Bhayangkara Sulut.

Itu disampaikan Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Provinsi Sulut, Wenny Lumentut SE (WL), Selasa (30/6) malam. Kepada media ini, WL mengapresiasi Kapolda Sulut yang membentuk Timsus Maleo. “Pengalaman Pak Kapolda yang bertugas di banyak daerah di Indonesia mampu diformulasikan guna mewujudkan Sulut aman. Ini dibuktikan dengan kehadiran Tim Maleo sebagai penjaga Sulut. Mewakili masyarakat Sulut, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Kapolda yang sudah menghadirkan Maleo. Prestasi Maleo ini menjadi kado Polri di Hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020. Semoga Maleo semakin eksis ke depannya,” harap mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut itu.

Ditambahkan Anggota Komisi IV DPRD Sulut dari Dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR), Yusra Alhabsy, jelajah tugas Tim Maleo di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), sangat membantu pencegahan kriminalitas di masyarakat. Kata dia, warga sangat terbantu dengan adanya Timsus Maleo. “Oleh sebab itu, menurut saya, tim ini perlu dipertahankan dan tambah fasilitas serta jumlah anggotanya agar bisa lebih luas wilayah kerjanya,” usul Alhabsy

Demikian juga disampaikan Pdt Billy Johanes STh, Selasa kemarin. Kehadiran Maleo bentukan Kapolda Lumowa telah menghadirkan kedamaian dan kesejukan. Makanya, kata Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT) Sulut itu, masyarakat sangat respon dengan Timsus Maleo.

“Kepercayaan masyarakat kepada Maleo sudah sangat tinggi saat ini. Buktinya, segala sesuatu yang berhubungan dengan aksi kriminalitas seperti pencurian, orang hilang dan banyak kasus lainnya dilaporkan kepada Maleo. Semestinya sesuai prosedur, masyarakat melapor di Kantor Polisi terlebih dahulu,” terang Johanes

Tapi menurut dia, kepercayaan masyarakat itu tidak bisa dicegah. Apalagi ditunjang kecanggihan teknologi saat ini. “Itu didukung respon Maleo yang sangat cepat. Mereka luar biasa, langsung bergerak dan bertugas 1x24 jam. Tentu ini harus disyukuri,” tutur Ketua BPMJ GMIM Sion Matungkas.

Terkait langkah tegas Maleo, Johanes sangat mendukung. Apalagi, setiap modus kejahatan yang dihadapi Maleo saat ini, sangat berisiko. “Pelaku kejahatan kebanyak menggunakan senjata-senjata yang berbahaya. Oleh sebab itu, kami berharap agar Maleo semakin dilengkapi, baik fasilitas dan kesejahteraan yang harus terpenuhi. Itu karena mereka bekerja sangat maksimal, apalagi di era pandemi Corona saat ini,” tuturnya.

“Dengan tugas berat itu, kami juga berharap ada tambahan remunerasi bagi Polri termasuk Tim Maleo. Karena mereka ujung tombak. Selanjutnya, sinergitas di jajaran kepolisian harus lebih ditingkatkan. Seperti Meleo Polda Sulut dengan jajaran Polres dan Polsek serta timsus bentukan Polres,” kuncinya.

Terpisah, Psikolog Sulut Jennifer Mantouw, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Timsus Maleo Polda Sulut. Meski baru dilaunching akhir Maret lalu, tapi sudah membongkar banyak kasus kriminal termasuk aksi-aksi kejahatan seksual dan kekerasan terhadap anak dan perempuan. “Kinerja Timsus Maleo benar-benar sesuai dengan penggunaan nama burung Maleo, karena menurut artikel yang saya baca anak burung Maleo langsung bisa terbang setelah menetas. Baru lahir tapi sudah melesat. Sepak terjang Timsus Maleo ini menimbulkan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Utara. Seperti dalam teori hirarki kebutuhan Maslow, terpenuhinya rasa aman adalah kebutuhan yang krusial,” kuncinya, kemarin.(tim ms)

 

PRESTASI TIMSUS MALEO POLDA SULUT

1.      Pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor) di wilayah Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Mitra, Kabupaten Minsel dan Kota Bitung

a.      Roda 2 (dua) berjumlah 51 (lima puluh satu) unit dan sebagian telah dikembalikan kepada pemilik kendaraan tersebut;

b.      Roda 4 (empat) berjumlah 9 (sembilan) unit dan telah dikembalikan kepada pemilik kendaraan tersebut.

2.      Pengungkapan kasus penculikan di wilayah Kota Manado oleh sembilan orang tersangka.

3.      Pencurian sarang burung walet di wilayah Kabupaten Bolmong

4.      Pengungkapan kasus judi sabung ayam sebayak 30 kasus di wilayah Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minut.

5.      Pengungkapan kasus Narkoba berjumlah 4 kasus di wilayah Kota Manado.

6.      Timsus Maleo mengamankan keributan antar kampung (tarkam):

a.      Wilayah Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolmong dan menyita 110 senjata tajam milik warga;

b.      Wilayah Kabupaten Minahasa dan mengamankan kendaraan Roda 2 (dua) milik warga yang tertinggal di lokasi kejadian;

c.      Wilayah Desa Ratatotok Kabupaten Mitra yaitu perubutan lokasi tambang Emas.

7.      Pengungkapan kasus judi online (Togel) di wilayah Kota Manado dan Kabupaten Minahasa sebayak lima kasus.

8.      Pengungkapan kasus tambang liar di wilayah Kabupaten Bolmong sebanyak empat kasus.

9.      Pengungkapan kasus Prostitusi online melalui aplikasi Michat sebanyak 10 kasus dan yang paling menonjol yaitu para pelaku berjumlah 30 orang di antaranya terdapat anak di bawah umur.

10.    Pengungkapan kasus pelecehan seksual pada anak di bawah umur.

11.     Pengungkapan kasus perusakan yang mengakibatkan kerugian.

12.    Pengungkapan kasus pencurian barang elektronik (curanik) berjumlah lima kasus.

13.    Timsus Maleo mengamankan oknum pembuat senjata tajam yang berada di wilayah Kabupaten Minahasa dan Kota Manado.

14.    Pengungkapan kasus pembuatan surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu.

15.    Penemuan orang hilang yang berasal dari Kota Tomohon beserta kendaran yang dikemudikannya.

16.    Timsus Maleo juga mengamankan kasus perebutan kendaraan sepihak oleh oknum debkolektor.


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors