17 Area ‘Blind Spot’, Diskominfo Disorot


Sejumlah daerah di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih memiriskan. Ada banyak wilayah yang ternyata belum bisa sepenuhnya menikmati koneksi internet.

Hingga kini tercatat, ada sedikitnya 17 area ‘blind spot’ atau tak terjangkau signal. Kondisi tersebut sontak memantik keluh warga yang berada di wilayah ‘blind spot’ ini. “Memang sangat disayangkan, ketika kita akan berkomunikasi, terpaksa harus turun ke Bronjong. Apalagi saat akan mengakses internet. Kadang kita juga sering ketinggalan informasi. Namun mau bagaimana lagi sebab situasi memang seperti ini,” tutur beberapa pemuda Kawanong  saat sedang mengakses internet dari Bronjong Ondong, Kecamatan Siau Barat.

Sementara itu, sebagian masyarakat Tatahadeng juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka menyorot soal jaringan internet yang ‘timbul tenggelam’. “Memang jaringan naik turun, kadang bagus kadang jelek, kadang tidak ada sama sekali. Meski begitu kita tetap bersyukur minimal, ada untuk telepon dan internet,” keluh mereka.

Masyarakat pun berharap, hal ini dapat diperhatikan pemerintah. Khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). “Harapan kami ketersediaan jaringan seluler ini, minimal dapat  disampaikan oleh pihak terkait. Mungkin saja bisa difasilitasi untuk berbicara dengan provider terkait penambahan tower. Sebab selama ini Diskominfo juga terkesan tidak berfungsi,” sindir warga. (haman)


Komentar