Sejumlah ASN Sitaro Diduga Positif Covid-19


Siau, MS

Rantai penyebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kepulauan Sitaro nampak terus terjadi. Beragam langkah langsung diambil pemerintah daerah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sitaro. Termasuk menggelar pemeriksaan Rapid Antigen massal bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro, Selasa (6/7). Teranyar, dari pemeriksaan yang telah dilakukan, terdapat hasil yang menunjukkan positif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sitaro, dr Semuel Raule MKes, pemeriksaan Rapid Antigen akan berlangsung selama tiga hari ke depan dengan menyasar seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sitaro hingga ke lingkup pemerintah kecamatan dan kelurahan.

"Bagian dari tugas Satgas Covid-19 adalah bagaimana memutus rantai penularan Covid-19. Maka pada hari ini kita melakukan pemeriksaan rapid antigen yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan," kata Raule.

Rencananya, lanjut Raule, Rapid Antigen ini akan dilakukan secara acak terhadap sejumlah pegawai. Namun demikian, sejak awal proses pemeriksaan yang berlangsung sejak pagi kemarin, telah didapati beberapa ASN yang positif Covid-19 hasil Rapid Antigen.

"Sebetulnya kita hanya akan mengambil beberapa sampel. Cuma waktu mulai dengan beberapa orang ternyata sudah ada yang positif, maka kita lakukan keseluruhan supaya lebih akurat," ungkap Raule.

Bagi mereka yang dinyatakan positif Covid-19 hasil Rapid Antigen, Raule mengatakan diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari ke depan sebagaimana petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Tapi kalau ada kontak erat dengan yang positif lantas hasil pemeriksaannya negatif, tetap isolasi lima hari. "Hari kelima kita lakulan exit test namanya, dan jika hasilnya negatif, berarti tidak masalah," terang Raule.

Ia pun menyebut, apabila penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sitaro terus mengalami peningkatan dalam jumlah yang signifikan, maka tidak menutup kemungkinan akan ada pemeriksaan Rapid Antigen secara acak yang menyasar masyarakat umum.

"Sebelum nanti kita tiba pada kebijakan, mungkin di masyarakat kita juga akan acak (Rapid Antigen), seperti di tempat-tempat umum. Jadi kita melihat kondisi penyebarannya di daerah kita seperti apa, nanti itu yang akan kita lakukan," kunci Raule.

Informasi yang diperoleh wartawan menyebut, proses pemeriksaan Rapid Antigen yang dimulai kemarin terbagi dalam dua sesi.

Pertama pukul 09.00 Wita sampai 12.00 Wita dengan jadwal pegawai Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah serta Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Sedangkan pukul 13.00 Wita sampai 16.00 Wita giliran Dinas Pekerjaan Umum, Inspektorat, Dinas Sosial, Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.(haman)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors