Kawal SE Kemenkes, Pemprov Awasi Tarif Tes PCR di Sulut


TARIF Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) ‘diproteksi’. Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nomor: HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR, jadi pedoman. Pemprov Sulut langsung ‘action’.

Merujuk Surat Edaran (SE) Kemenkes) RI soal batas tarif tertinggi RT-PCR, ditetapkan untuk pemeriksaan di Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp495.000, sementara untuk di luar Pulau Jawa dan Bali termasuk Sulawesi Utara (Sulut) sebesar Rp525.000.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut dr Steaven Dandel, dengan keluarnya harga PCR tersebut, Pemprov melalui Dinkes akan mengawasi harga atau tarif RT-PCR di daerah. Itu agar merujuk edaran terbaru dari Kemenkes RI.

“Dinkes Sulut melakukan pengawasan dengan melibatkan tim dari Laboratorium Pengampu untuk Laboratorium PCR se-Sulut yakni dari Laboratorium BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit),” ungkap Dandel, yang juga Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulut.

Lanjut dia, akan terbit surat dari Dinkes Provinsi ke seluruh Lab PCR di Sulut, agar supaya mengimplementasikan edaran tersebut. “Setelah itu, langsung turun melakukan pengawasan,” tukasnya.(sonny dinar)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors