Bencana di Mitra Langsung Direspon Mensos RI

Warga Sulut Diminta Waspada


Manado, MS

Banjir bandang yang telah memporak-porandakan sebagian wilayah kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), terus menuai simpati dari masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan, intensitas curah hujan yang tinggi belakangan ini berbuntut petaka di Mitra itu, langsung mendapat respon dari Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Tri Rismaharini.

Hal itu diungkap Gubernur Olly Dondokambey, usai melantik Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) periode 2021-2026 Provinsi, di kantor Gubernur, Rabu (22/9). "Setelah saya ke lokasi bencana, langsung komunikasi dengan Bu Menteri Sosial. Menteri langsung memberikan respon cepat. Ada 6 rumah yang hancur saya bikin laporan dan Ibu Menteri bilang itu nanti dibangun," terang Olly.

Gubernur juga melayangkan peringatan. Dia menyerukan, seluruh masyarakat dimintanya agar waspada di penghujung tahun ini. Hal itu karena curah hujan sangat tinggi di wilayah provinsi Sulut.

"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di perbukitan, lereng-lereng gunung, lebih berhati-hati dan waspada," imbau Olly.

Masyarakat dimintanya untuk melihat tanda-tanda bencana alam. Bila ada potensi terjadi bencana dengan curah hujan yang begitu lama, masyarakat bisa langsung mengungsi ke tempat aman.

"Kalau ada hal-hal tidak diinginkan, seperti hujan sudah dua hari berturut-turut, sebaiknya menghindar dari tempat-tempat yang membahayakan," ungkapnya.

Gubernur Olly pula menyampaikan keprihatinan atas bencana berujung musibah dengan adanya korban. Diketahui, wilayah kabupaten Mitra luluh lantak. Akses transportasi Ratahan-Manado putus. Kejadian tersebut, langsung viral di media sosial. Dikabarkan, ada korban jiwa yang dilaporkan hilang. Dugaan kuat akibat terseret arus air yang deras. 

"Kami sangat prihatin. Kami turut berduka cita atas korban longsor yang ada di kabupaten Mitra. Kita ketahui, baru ditemukan satu orang. Tim pemerintah provinsi juga sudah di lapangan," ungkap Olly.

Berdasar laporan yang dirangkum, hujan deras mulai mengguyur sebagian daerah Mitra sejak, Senin (20/9) pagi. Dampak parah mulai terlihat sore hari sekitar pukul 15.05 Wita. Semisal yang terjadi di kompleks Rumah Makan Sederhana, Kelurahan Nataan Ratahan. 

Tak ada yang menyangka, air deras disertai lumpur meluap dari Sungai Abuang kemudian menghantam 1 kios, 1 rumah dan 1 usaha bengkel pengelasan. Rumah serta bangunan usaha itu hanyut terseret. 

Dampak lainnya, akses transportasi utama Ratahan-Manado ikut terputus. Warga yang hendak menuju Manado atau sebaliknya, terpaksa harus menempuh jalur alternatif, yaitu mengitari jalan Atep, Langowan, Minahasa.

Di titik lain, bencana banjir bandang juga menghantam desa Pangu, Kecamatan Ratahan. Aliran air deras disertai lumpur memenuhi ruas jalan raya mulai dari gedung GMIM Elim Pangu, mengarah pemukiman menuju Ratahan.

Sejumlah rumah warga, di antaranya mengalami kerusakan dan ikut terbawa arus. Adapun wilayah bencana ini berada di kaki perbukitan Manimporok Minahasa-Mitra. Dimana, bentang alamnya memiliki sejumlah jalur air utama menuju pesisir pantai Mitra, yang melintasi pusat kota Ratahan. (sonny dinar)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors