Pengucapan Syukur Rayakan di Rumah Masing-Masing


Momen pengucapan syukur di Sulawesi Utara (Sulut) mendekat. Perayaan tradisi orang Minahasa ini dipastikan akan seperti tahun lalu. Situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang masih ‘membingkai’ wilayah bumi Nyiur Melambai membuatnya harus kembali diadakan secara terbatas.

Ada 7 kabupaten kota di Sulut akan merayakan hari Pengucapan Syukur yang digelar, Minggu (26/9). Gubernur Sulut Olly Dondokambey pun memberi himbauan agar warga yang akan mengadakan pengucapan syukur untuk merayakannya di rumah masing-masing.

“Saat ini masih Pandemi Covid 19, jadi kita berkirim pesan saja kepada saudara-saudara kita, tapi kita tetap mengadakan ibadah di rumah masing-masing dan tetap menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam Pandemi Covid 19,” ujar Gubernur Olly, Rabu (22/9).

Dirinya meminta masyarakat untuk tidak bertamu atau menerima tamu. Dianjurkannya, supaya perayaan itu hanya dilaksanakan bersama keluarga. "Saya berharap dalam pengucapan syukur ini tidak ada yang saling ‘pasiar’ namun tetap merayakannya bersama keluarga di rumah saja," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, pada bulan Juni lalu, pemerintah mengumumkan penundaan bagi masyarakat yang akan merayakan pengucapan syukur hingga bulan September. Ketika itu, Gubernur Olly Dondokambey mengatakan, pelaksanaan tradisi pengucapan syukur di Sulut dipastikan digelar pada Bulan September 2021. Hal tersebut didasarkan atas hasil putusan Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Pengucapan Syukur di Sulut bersama pemerintah dan tokoh agama, Senin (28/6) lalu.

“Sesuai hasil rapat bersama antara pemerintah dan tokoh agama, pelaksanaan Pengucapan Syukur akan dilaksanakan serentak pada September nanti sekaligus pelaksanaan HUT Provinsi Sulut,” ungkap Olly.

Diterangkannya, pihak pemerintah tetap menghormati tradisi keagamaan di Sulut khususnya di Tanah Minahasa yang sudah berlangsung sejak dahulu berdasarkan atas hasil panen warga. Namun, putusan bersama dimaksud adalah sebagai langkah penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, selain ancaman lain virus varian yang baru, Delta Covid.

“Kita akan terus melakukan pemantauan sekaligus mengevaluasi penyebaran Covid Nineteen di Sulut. Tapi soal protokol kesehatan yang ketat akan tetap dilakukan di tiap perbatasan daerah. Dan protap pelaksanaan saat Pengucapan Syukur masih dilihat perkembangan dan hasil evaluasi, jika terus meningkat maka pelaksanaannya hanya dilakukan di dalam rumah saja,” terang Olly.

Lanjutnya, hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 yang saat ini meningkat di seluruh Indonesia. “Memang ada peningkatan di daerah kita dengan puluhan kasus baru. Tentunya hal ini harus terus dipantau agar kemudian dapat diambil langkah penangannya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina ketika dimintai keterangannya membenarkan pelaksanaan pengucapan syukur serentak pada September nanti. “Ini sebagai langkah antisipasi,” katanya singkat.

Sedangkan, Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa menjelaskan, ibadah pengucapan syukur di masing-masing gereja, hanya akan diikuti sesuai ketentuan yang ditetapkan. “Sebagian besar warga akan melaksanakannya di rumah saja. Di tiap perbatasan akan dilakukan test swab antigen bagi pendatang serta dilarang menggunakan motor saat berkunjung ke pengucapan. Yang diperbolehkan memakai kendaraan roda empat,” urai Staf Khusus Gubernur Sulut ini.

Sebelumnya, rakor yang menitikberatkan terhadap penanganan Covid-19 di Sulut itu dipimpin Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw dan diikuti oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen SE MS, bupati walikota se-Sulut, pengurus FKUB Sulut dan para tokoh agama lainnya. (sonny dinar)

 

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors