Talaud Krisis Listrik dan BBM




Melonguane, MS
Lagi, masalah klasik kelanggkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan krisis listrik kembali dialami masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud, beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan pantauan, BBM jenis premiun menyentuh harga Rp15.000 perliter. Sementara pemadaman listrik sudah terjadi sejak Sabtu pekan lalu. Ditengah menurunnya pendapatan masyarakat akibat pengaruh Covid-19, permasalahan kelangkaan BBM dan krisis listrik tentu menambah penderitaan warga Porodisa.

"Masyarakat sangat dirugikan dalam hal ekonomi. Listrik mati, mau pakai gengset BBM mahal," ujar Ece Manein, salah seorang warga rainis.

Diketahui bersama bahwa BBM dan Listrik merupakan bagian penting dalam aktivitas hidup masyarakat. Karena itu bila bermasalah akan sangat mengganggu aktivitas warga. " Kami tentu merasa dirugikan. Kelangkaan BBM dan pemadaman Listrik membuat aktivitas sehari-sehari terganggu. Usaha kerja juga mendapat dampaknya. Semoga persoalan ini segera ditangani," tutur Manein.

Terkait Pemadaman Listrik, Manager PLN Rayon Melonguane Affandy Poli menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang terjadi. " Ada satu mesin di PLTD Tarun keluar sistem dikarenakan ada suara upnormal dimesin. Kemudian menyusul satu mesin yang berhenti beroperasi sehingga terjadi BlackOut. Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada kelainan di silinder head, piston dan liner sehingga perlu mengganti sperpart," terangnya.

Ia juga membeberkan, berdasarkan kondisi diatas, dari daya mampu 100 persen, PLN kehilangan 75 persen daya mampu. " 25 persen saat ini kami upayakan untuk bisa melayani Ibu Kota Kabupaten dan sekitarnya. Kami sedang berupaya melakukan perbaikan," tandans Poli. (jos tumimbang)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors