Foto: Ayu Mega Rondonuwu
Terpilih Penatua Pemuda di Likupang dan Lulus Diklat Stunting
Ayu Mega Rondonuwu
NAMANYA Ayu Mega Rondonuwu, SE (23 tahun). Gadis cantik asal
Likupang, kelahiran Desa Sarawet, 19 Juli 1998. Dari Ayu kalian bisa belajar
memaknai arti Sumpah Pemuda.
Ayu memiliki perawakan yang tenang, sabar dan aktif dalam
kegiatan rohani dan sosial. Tak heran, pada periode ini, ia dipilih teman-teman
gerejanya menjadi Penatua Pemuda GMIM Baitel Sarawet, Wilayah Likupang Satu.
"Tak pernah menyangka dipercayakan teman-teman karena
saya tidak pernah ambisius dalam hal-hal rohani ataupun jabatan lainnya, saya
lebih suka menjalani hidup dengan enjoy dan apa adanya. Prinsip saya, kalau
kita hidup baik dan ikhlas membantu sesama berkat Tuhan pasti ngikut dalam hal
materi maupun hal rohani," ungkap Ayu yang juga merupakan Duta Budaya dan
Rera Terfavorit tahun 2018 di Kabupaten Minahasa Utara.
Baru-baru ini, Ayu juga menerima penghargaan sebagai
fasilitator sosial SDM PKH Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang mewakili
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menerima sertifikat Diklat Stunting dari Balai
Diklat Makassar. Gadis muda yang memiliki tinggi badan 170 centimeter dan berat
badan 55 kilogram ini memang sejak tahun 2018 sudah bekerja untuk Kemensos RI
sebagai fasilitator sosial di Kecamatan Likupang Timur.
"Masalah sosial sangat banyak dan saya belajar banyak
dari profesi saya yang sekarang," ujar Ayu yang baru saja menyelesaikan
strata satunya di STIE Pioneer, Manado.
Bukan hanya hidup untuk pekerjaan dan hobinya, Ayu juga mengabdikan dirinya sebagai aktivis lingkungan yaitu sebagai anggota istimewa di Kelompok Pecinta Alam (KPA Likupang) dan Komunitas Likupang Raya (KLiR). KPA Likupang didirikan oleh kakaknya Yudith S. Rondonuwu, SSos MM.

Memiliki hobi mendaki gunung dan sebagai seseorang yang ikut
merintis KPA Likupang, Ayu sangat eksis terlibat dalam kampanye anti sampah
plastik serta setiap tahun rutin mengukuti World Cleanup Day (WCD). Ia dan
kakaknya kini memiliki Bank Sampah yang fokus kepada edukasi dan membantu
perekonomian masyarakat desa dengan kegiatan jual-beli sampah plastik.
Ayu dan komunitasnya juga berkomitmen aktif dalam mendukung
program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dengan secara aktif membantu
publikasi lokasi-lokasi wisata baru di desa-desa yang ada di Likupang 3
kecamatan melalui media sosial. Belum lama ini ia juga menerima sertifikat
kompetensi sebagai tour guide (pramuwisata) dari Badan Sertifikasi Nasional.
Ayu juga memiliki hobi jalan-jalan, membaca dan nonton film
korea. "Saya memang suka nonton film-film drama yang bagus pesan
sosialnya. Selektif tentunya dan budaya-budaya negara lain juga bisa kita
pelajari dari nonton film," kata gadis berdarah Minahasa dan Sangihe ini.
Sebagai Duta Budaya sejak tahun 2018, Ayu juga mendirikan
Tim Tari Pisok yang anggotanya warga asli Likupang. Walaupun sejak pandemi
sudah jarang tampil di acara.
"Impian saya adalah mendirikan sanggar seni dan budaya.
Puji Tuhan walaupun belum benar-benar eksis tapi tim tari yang saya latih sudah
pernah tampil hingga di acara tv nasional," kata penyuka tinutuan (bubur
manado) ini.
Sejak SD Ayu senang bersosialisasi. Ia beberapa kali menjadi
pemimpin barisan lomba gerak jalan, aktif di sekolah minggu dan menjadi kapel/
pemimpin di tim Tari Maengket SDN Sarawet, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten
Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulut.
Sejak SD sampai SMA selalu meraih rangking 3 besar di
kelasnya. Ia sempat kuliah di FMIPA Unsrat lalu mendapat tawaran dan diterima
menjadi fasilitator sosial yaitu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan
sampai saat ini. Menyadari bakat dan passion di bidang sosial, Ayu pun memilih
hijrah untuk menyelesaikan studi di bidang manajemen, ekonomi.
Bagi Ayu menjadi pemuda/pemudi adalah masa untuk berkarya.
Fokus kepada karya dan bukan kepada penilaian atau energi negatif dari orang
lain. "Jadikan hobimu sebagai prestasi dari karya dan inovasi.
Sebenarnya, tidak harus meraih banyak penghargaan prestasi
karena yang terbaik itu adalah bisa menjadi orang yang berguna dan memberi
energi atau pengaruh positif bagi orang lain," kata alumnus SMA Negeri 1
Likupang ini.(tim ms)















































Komentar