Satlantas Gugah Kesadaran Kaum Muda

MRSF Polres Tomohon Gagas Dialog Milenial


Tomohon, MS
Demi menyukseskan iven Milenial Road Safety Frstival (MRSF), Korps Bhayangkara di Kota Multi Dimensi semakin berinovasi. Selain melaksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) juga menggelar dialog milenial. Giat yang bertajuk, menuju Indonesia gemilang mewujudkan milenial cinta lalu lintas itu dilangsungkan di Anugerah Hall, Paslaten, Tomohon Timur, Jumat (15/2).

Selaku pemateri, Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Manado, Dr Paulus Tuerah MPd menekankan, tingkat kesadaran generasi milenial masih rendah. Itu perlu dipupuk. Caranya, materi tata tertib lalu lintas dimasukan ke dalam mata pelajaran terkait. Semisal PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) bagi anak didik SMA (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) serta mahasiswa.

"Ini penting. Apalagi, tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi didominasi pelajar. Saya kira, perlu adanya semacam pembelajaran soal bagaimana bersikap ketika berkendara atau berlalu lintas," tutur Tuerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon, Dr Juliana Dolvin Karwut MKes MSi berkata, tata tertib serta aturan lainnya termuat dalam kurikulum 2013 (K-13). Adalah soal penguatan karakter anak. K-13 ini tidak hanya menciptakan orang pandai. Akan tetapi, bagaimana mencetak anak-anak bangsa yang berkarakter.

"Ugal-ugalan di jalan raya, menunjukan tidak memiliki karakter yang semestinya. Melakukan hal-hal melanggar hukum itu berhubungan dengan karakter tidak terbangun. Sehingga memang penting adanya pendidikan karakter lewat PKN," ujar Karwur.

Jadi lanjut dia, bukan cuma siswa SMA/SMK atau mahasiswa yang perlu diberi pemahaman. Namun anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TK (Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) juga. Pendidikan penguatan karakter K-13 SD dan SMP dengan model tematik, memuat tentang hal tata tertib lalu lintas. Angka kematian Lakalantas anak didik sangat tinggi. Bahkan, tak sedikit korban meninggal dunia dari siswa SMP yang notabene belum layak mengendarai kendaraan.

"Hal ini tentu menjadi pelajaran juga buat para orangtua agar tidak meleluasakan anak membawa sepeda motor atau mobil. Ini melanggar aturan hukum. Anak SMP tidak diperkenankan undang-undang untuk berkendaraan. Siswa SMP rawan terlibat Lakalantas karena usianya belum memiliki kematangan dalam bertindak," tandas Karwur.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Tomohon, AKBP Raswin B Sirait SIK SH MSi melalui Kepala Satlantas AKP Dody Yudianto Arruan SIK menyebut, dialog tersebut penting. Sebab, dalam kegiatan itu, banyak hal positif dapat diperoleh teruna-teruna SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Tentunya, menambah pemahaman tentang ketertiban berlalu lintas. Terutama membangkitkan semangat sadar aturan di jalan raya.

"Menjelang perhelatan MRSF, kami mengundang mahasiswa dan siswa-siswi perutusan SMA/SMK se-Kota Tomohon untuk berdialog. Pembahasannya, yakni hal-hal yang menyangkut tata tertib dan keselamatan di jalan raya," sebut Arruan kepada Media Sulut.

Dipaparkan dia, angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) Tahun 2018 mencapai 107968 kejadian. Jumlah korban luka ringan 129095 orang. Korban luka berat 13258 orang. Sedangkan korban meninggal dunia (MD) sebanyak 29083 jiwa.

"Dari angka korban MD tersebut, jumlah anak muda tewas akibat Lakalantas mencapai 17910 jiwa. Ini tentu perlu diberi perhatian serius. Bukan hanya kami dari kepolisian, tapi semua pihak, termasuk para orangtua dan lembaga pendidikan. Kiranya, semua peserta dialog ini bisa menjadi corong keselamatan bagi banyak orang," kata Arruan berharap.

Usai kegiatan, seluruh peserta dialog mendeklarasikan siap menyukseskan MRSF Polres Tomohon, 2 Maret 2019. Adapun, turut serta dalam dialog para biker sejumlah klub motor di Kota Religi. Hadir pula jajaran Satlantas Polres Tomohon. (hendra mokorowu)


Komentar