REKRUTMEN CPNS 2021 KIAN PASTI, AKHIR MARET FORMASI BAKAL DIUMUMKAN


Jakarta, MS

Simpang siur kabar penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021, mulai mendapat titik terang. Sinyal rekrutmen calon abdi negara menjadi terang benderang, setelah kementerian terkait menyampaikan akan mengumumkan data formasi seleksi CPNS sekira akhir Maret. Masyarakat sumringah.

Informasi soal rencana pemerintah merekrut CPNS tahun ini, langsung menjadi ‘buah bibir’. Hal itu dipicu hasrat sebagian masyarakat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat besar. Apalagi, proses tersebut sempat terkendala dengan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Data formasi seleksi CPNS 2021 akan diumumkan pada kisaran akhir Maret. Setelah itu maka ada peluang dimulainya pendaftaran penerimaan. Kira-kira seperti itu (April dimulai pendaftaran seleksi CPNS). Tergantung dari selesainya pertimbangan teknis Kemenkeu dan BKN,” terang Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PANRB, Teguh Widjinarko, Rabu (20/1) kemarin.

"Untuk formasi tahun 2021 dan instansi mana saja yang membuka peluang, kami masih mengolah data yang masuk. Paling cepat akan diumumkan pada akhir Maret," sambung Teguh.

Sementara, terkait tenaga honorer terbatas untuk menjadi PNS, dirinya menepis hal tersebut. Tenaga honorer tetap bisa mengikuti seleksi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), asalkan memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. "Sebenarnya semua warga negara memiliki hak untuk mengikuti seleksi baik CPNS maupun calon PPPK, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan. Kita tidak mengarahkan honorer ke PPPK, tetapi dipersilahkan pula mereka yang memenuhi persyaratan untuk ikut dalam seleksi CPNS," jelas dia, dikutip dari Kompas.com.

Dia mengatakan, pemerintah mengarahkan para tenaga honorer beralih status menjadi PPPK karena tenaga honorer rata-rata berusia di atas 35 tahun. Sedangkan syarat usia untuk menjadi PNS adalah di bawah itu. Namun, khusus untuk jabatan guru, sesuai dengan kesepakatan Mendikbud, Menteri PANRB, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan BKN akan merekrut melalui seleksi PPPK hingga 1 juta formasi tahun ini.

Sebagai informasi, pada Januari-Februari 2021, akan dilakukan verifikasi dan validasi ulang terhadap usulan jumlah formasi yang masuk tersebut. Diharapkan pada akhir Maret ini, formasi sudah bisa ditetapkan dan diumumkan. Kemudian, Kementerian PANRB akan menyusun dan menetapkan Peraturan Menteri PANRB sebagai dasar hukum pelaksanaan rekrutmen ASN tahun 2021, dari jalur CPNS maupun jalur PPPK.

Sebelumnya, rencana pemerintah merekrut CPNS tahun ini dinilai masih abu-abu. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo, belum memastikan hal itu.

"Tahun 2021 mudah-mudahan akan dilaksanakan dan prinsipnya sesuai kebutuhan Kementerian, Lembaga, Instansi maupun pemerintah daerah," ujar Tjahjo dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Senin (18/1).

Tak menutup kemungkinan, sambung Tjahjo, rekrutmen CPNS 2021 ditunda seperti CPNS 2019. Lantaran, saat ini kasus Covid-19 masih terus bertambah dan belum semua masyarakat mendapat vaksin Covid-19. "Setiap instansi pemerintah akan ditunda pengadaan CPNS-nya dan jika tidak melengkapi kriteria yang di syaratkan bahkan secara nasional pengadaan dapat ditunda karena kondisi tertentu," sambungnya, dikutip dari detiknews.

Menariknya, proyeksi penerima CPNS 2021 telah disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, jauh-jauh hari. Untuk penetapan formasi CPNS tahun 2021, menurut dia, ditargetkan akan ditetapkan pada bulan Mei. Dengan demikian, ia memastikan pelaksanaan tes CPNS akan dimulai paling lambat Juni 2021.

"Diperkirakan formasi itu Mei sudah dapat ditetapkan. Untuk pelaksanaan tesnya dibutuhkan waktu paling lambat bulan Juni sudah harus dimulai agar pada bulan Desember sudah diselesaikan seleksi formasi CPNS-nya," kata Bima, akhir tahun lalu.

Namun, sebelum membuka penerimaan CPNS tahun depan, BKN menunggu laporan dari masing-masing instansi pemerintah pusat maupun daerah jumlah formasi yang dibutuhkan. "Hanya jika masing-masing instansi telah melaporkan formasi itu kepada KemenPANRB, kami baru bisa menetapkan formasinya, berapa jumlahnya," lugasnya.

TENAGA KESEHATAN CS ‘PRIMADONA’

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal merekrut sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini. Namun, untuk pelaksanaan perekrutannya, Deputi Bidang SDM Kementerian PANRB Teguh Widjinarko mengatakan, masih belum mengetahui secara pasti jadwalnya.

Tahun ini, menurut dia, ada tiga formasi yang dibutuhkan dalam seleksi CPNS dan PPPK. Pertama, yakni profesi guru. Teguh menjelaskan, untuk formasi guru di 2021, sebanyak 1 juta tenaga akan diseleksi melalui jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).  "Sudah direncanakan akan merekrut satu juta guru melalui skema PPPK untuk menyelesaikan persoalan kekurangan tenaga guru yg saat ini diisi oleh tenaga honorer. Artinya sementara waktu, dalam jangka pendek kita selesaikan dulu masalah ini," ujar Teguh, belum lama.

Namun, lanjut Teguh, tak menutup kemungkinan tahun berikutnya, formasi guru akan kembali dibuka penyeleksiannya melalui jalur CPNS. "Dalam jangka panjang kita akan buka kembali CPNS guru pada tahun selanjutnya," jelas dia.

Formasi kedua, yakni tenaga kesehatan. Terakhir, ada formasi tenaga teknis lainnya, seperti teknologi informasi dan komunikasi, infrastruktur permukiman dan sanitasi, transportasi, energi dan air bersih.

DAERAH BERSIAP

Pemerintah daerah langsung merespon. Rencana pemerintah melakukan rekrutmen CPNS tahun 2021 disambut positif.

Seperti di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Rencana tersebut disambut baik. Apalagi, tenaga PNS masih sangat dibutuhkan di daerah tersebut.

Hanya saja, pihak pemkab belum dapat memastikan perekrutannya seiring pemberitahuan resmi dari pihak pemerintah pusat yang belum diterima. “Informasinya memang akan ada penerimaan CPNS pada tahun ini. Namun kita belum menerima surat resmi dari pihak pemerintah pusat,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rine Komansilan didampingi Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentiaan, Data dan Informasi Kepegawaian, Enrico Sarilim, Rabu (20/1) kemarin.

“Kalau sudah ada, tentu kita akan mempersiapkan hal yang akan diajukan kepada pihak pemerintah pusat, terlebih formasi yang akan dibuka sebentar,” sambungnya.

Terpisah, salah satu jebolan Akademi Keperawatan (Akper) di Manado, Lia Sumampouw, menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Bagi dia, harapan menjadi ASN kembali terbuka lebar. “Iya, menjadi PNS itu cita-cita saya. Apalagi mengabdi untuk negeri dan masyarakat lewat ilmu dan keahlian yang saya miliki dii bidang kesehatan. Semoga rencana pemerintah ini segera terlaksana,” kuncinya.(kompas/detik/tim ms)


Komentar