Waspadai Joki Dalam Penerimaan CASN


Pintu penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mendekat. Warning diberikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Langkah proteksi terhadap joki dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dijabal.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Sulut, Fabian Kaloh. Ia mengakui, bisa saja terjadi ada orang yang menggunakan joki dalam tes CPNS nanti. Pemerintah khususnya tim seleksi diharapkannya untuk bisa meneliti. "Dia pakai orang yang pintar dan pandai untuk duduk menggantikannya, ini bisa saja terjadi. Disebut joki, perlu diwaspadai," ungkap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Menurutnya, hal ini sangat tidak diperbolehkan dan melanggar. Celah untuk bisa terjadi hal seperti ini diharapkannya bisa ditutup dalam penerimaan CASN nanti. "Jadi misalnya Fabian Kaloh yang akan tes, tapi ada yang lebih pandai yang duduk. Misalnya Doni, Doni ini mungkin dia dosen dan pandai sehingga dia yang duduk. Itu yang joki. Perlu diwaspadai," jelas wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung itu.

Dahulunya menurut dia, tes CPNS hanya 100 soal. Ketika dirinya masih menjadi birokrat, paling pertama diadakan tes menggunakan sistem komputer adalah pada zamannya menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Sebenarnya kalau kita ikut dan belajar gampang sekali," jelasnya.

Maka dari itu ia berharap, masyarakat jangan sampai menggunakan hal-hal seperti itu dalam mengikuti CPNS. Ada baiknya percaya kepada kemampuan diri sendiri. "Tentu masyarakat harus percaya kepada diri sendiri. Tidak perlu memakai hal-hal yang seperti itu," tutupnya. (arfin tompodung)


Komentar