Bara Bantah Isu Ditangkap Karena Narkoba

Harap Masyarakat BMR Tidak Termakan Isu Hoax


Manado, MS

Isu tak sedap menyerang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Alfian Bara. Sempat berhembus kabar di media sosial beberapa hari lalu jika wakil rakyat dari Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini ditangkap setelah kedapatan menggunakan narkoba. Dililit isu miring yang sempat menyulut pergunjingan publik, Bara bereaksi. Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu dengan tegas membantah.

Ditemui di ruang Fraksi Nasdem DPRD Sulut, Senin (22/6) kemarin, Bara angkat bicara. Anggota Komisi II DPRD Sulut itu memang mengaku kaget dengan adanya kabar hoax tersebut.

"Saya juga kaget mendengar kabar tersebut," tuturnya.

Bara melanjutkan, kalau seandainya dia ditangkap, tentu tidak mungkin datang ke kantor DPRD Sulut. Dia pun memastikan kalau kondisinya sedang berada di ruang fraksi Nasdem dan tidak sedang ditangkap.

"Kalau saya tertangkap, pasti tidak ada di ruang fraksi saat ini. Yang pasti saat ini saya sedang berada di kantor DPRD Sulut. Bahkan saya sudah ditelepon oleh Sekwan (Sekretaris DPRD)," ujarnya.

Bara bahkan merinci, jika isu yang menyebut jika dirinya ditangkap pada 4 hari lalu itu adalah hoax. “Ada isu yang digulirkan kalau saya ditangkap di Bumi Beringin. Sementara saya empat hari lalu saya ada di Kotamobagu dan hampir dua pekan disana. Baru tadi malam kembali ke Manado. Jadi itu semua tidak benar,” tegas adik Walikota Kotamobagu, Tatong Bara itu.

Dia pun meminta agar masyarakat Sulut khususnya yang ada di wilayah Bolmong Raya agar tidak termakan berita bohong terkait dirinya. "Kabar bohong seperti itu jangan dipercaya,” tutupnya.

Sebelumnya, kabar yang berhembus di Kantor DPRD Sulut bahkan di wilayah BMR, legislator ini ditangkap pihak kepolisian 4 hari lalu, di wilayah Bumi Beringin karena kedapatan narkoba jenis sabu-sabu. Isu yang sempat beredar di media sosial itu diduga sengaja digulir oleh oknum tak dikenal melalui akun facebook. (arfin/yadi)


Komentar